Kehidupanku menjadi terbalik 180 derajat semenjak aku bekerja disalah satu bank terkemuka di bilangan Tangerang. Entah aku harus bahagia atau aku harus bersedih. Karena aku merasa,, menjadi seorang karyawati bank bukanlah duniaku. Aku adalah orang yang tidak bisa bekerja dengan aturan-aturan yang membuat aku tidak merasa nyaman. Aku adalah aku yang apa adanya. Aku yang sembrono,, ceria,, dan periang. Tapi entah mengapa semenjak aku bekerja di sana, aku menjadi orang yang pemurung dan tidak ada gairah untuk tertawa lepas. Semua seolah terbelenggu oleh aturan-aturan yang ada. Setiap pagi, aku harus berdandan tebal seperti topeng. Itu bukan aku banget... aku harus menggunakan pakaian rapi. Padahal aku lebih senang bekerja dengan menggunakan pakaian casual.
Jika boleh menjerit,, aku akan menjerit!!! aku muak dengan semua ini. Tapi di sisi lain... aku ingin melihat kedua orang tuaku bangga. Jika aku keluar dari pekerjaanku yang sekarang,, pasti mereka akan kecewa. Walaupun ibuku membebaskan aku untuk menentukan pilihan untuk bekerja di mana saja sesuai dengan bakat dan minatku.
Denny,,, dia adalah penyemangatku saat ini. Dia seperti men-charge energi dalam tubuhku untuk kembali kuat. Makasih ya sayang...
Aku sadar sepenuhnya bahwa rejeki sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Dan aku hanya berdoa agar mendapatkan yang terbaik dari-Nya...

0 komentar:
Poskan Komentar